Sabtu, 21 November 2020

4 Tips Pemasaran, Agar Bisnis Kos Yang Lokasinya Tidak Strategis Tetap Banjir Penyewa

Banyak pendapat mengatakan bahwa lokasi jadi salah satu indikator sukses tidaknya bisnis kos-kosan. Pendapat ini memang tidak salah, namun juga tidak sepenuhnya benar.

Bagi anda yang memiliki bisnis rumah kos di kawasan yang tidak strategis, tidak perlu berkecil hati. Karena ada kok trik supaya kos-kosan anda tetap laris manis, meskipun lokasi nya tidak mendukung.

Seperti apa tips nya? Berikut simak ulasan dari Cokro ini!

1.       Temukan keunggulan rumah kos anda

Punya rumah kos yang lokasinya tidak mendukung, berarti anda harus bisa mencari keunggulan lain dari bisnis anda yang bisa ditonjolkan.

Temukan atau buat keunggulan ini. Lalu apa saja yang bisa dijadikan keunggulan sebuah rumah kos? Ada banyak hal yang bisa anda tonjolkan dan jadikan keunggulan. Tinggal tergantung karakter yang ingin anda tonjolkan dan bagaimana budgeting nya.

Beberapa keunggulan yang bisa dijadikan pilihan karena mudah antara lain: harga murah, desain kamar kos kekinian yang aesthetic, hingga fasilitas tambahan yang lengkap.

 

2.       Memasarkan kamar kos  dengan media sosial

Media sosial kini jadi pusatnya anak muda untuk bisa berinteraksi dan berkegiatan. Sehingga anda harus bisa memanfaatkan media sosial ini sebagai media untuk melakukan pemasaran.

Berbagai media sosial  bisa anda jadikan platform berjualan. Mulai Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, bahkan juga TikTok.

Namun saran kami, jangan langsung memulai dari semua media sosial, karena itu akan membuat anda bingung. Mulailah dari satu media sosial yang paling anda suka dan kuasai. Kemudian baru berpindah ke platform yang lain, ketika anda sudah merasa maksimal di satu media sosial sebelumnya.

 

3.       Menjual dengan Copywriting dan Storytelling

Jangan berjualan di media sosial dengan kalimat – kalimat standar seperti, “Disewakan kamar kos, luas, fasilitas, harga…, bla bla”

Kalimat seperti itu sudah tidak lagi menarik bagi pembaca. Anda bisa menggantinya dengan gaya copywriting yang lebih dinamis, semisal: “Kos sekarang di sini, nikmatnya selamanya…”

Tentu dengan kalimat pembuka semacam itu, akan lebih menarik bagi calon penyewa kamar kos, dibandingkan kalimat standar yang sudah banyak digunakan pemilik bisnis kos lainnya, untuk beriklan.

Selain copywriting, gaya storytelling dengan cara softselling juga sangat bisa anda pakai dalam memasarkan kamar kos di media sosial.

Seperti misalnya, anda memulai dengan menceritakan bagaimana suasana lingkungan kos yang nyaman dan aman, meskipun mungkin jauh dari kata strategis. Atau juga menceritakan manfaat dari fasilitas kos yang anda unggulkan.

Dengan storytelling, membuat calon penyewa tidak akan merasa sedang membaca iklan, melainkan artikel menyenangkan yang kaya manfaat.

 

4.       Bergabung dengan aplikasi pengelola kos

Hal terakhir yang bisa anda lakukan agar bisnis kos anda di lokasi yang tidak strategis, bisa tetap dilirik calon penyewa adalah, bekerja sama dengan aplikasi penglola kos, salah satu nya adalah Cokro Indonesia.

Kenapa harus dengan Cokro? Ada banyak alasan yang membuat Cokro menjadi aplikasi yang akan menunjang keunggulan bisnis kos anda.  Mulai dari sistem pemasaran kamar kos Cokro yang mampu menjangkau seluruh Indonesia, sistem laporan keuangan terpadu dan live, hingga sistem pembayaran kos online serta juga PPOB yang akan memudahkan anda untuk membayar semua tagihan terkait dengan kos-kosan.

Tertarik dengan Cokro Indonesia, yang gratis? Klik tautan berikut ini.