Minggu, 29 November 2020

6 Hal Yang Bisa Membuat Bisnis Baru Anda Gagal, Apa Solusinya?

Punya bisnis sendiri, tentu adalah impian banyak orang. Namun membuat bisnis baru bisa bertahan lama adalah tantangan tersendiri. Seperti penelitian yang dilakukan oleh Small Business Administration AS, hanya setengah dari bisnis baru yang mampu bertahan di 5 tahun pertama, dan hanya sepertiga nya saja, yang mampu bertahan hingga tahun ke 10.

Seperti dilansir dari Bisnis.com, artinya hanya ada 50% dari bisnis baru yang bisa bertahan di 5 tahun pertama, maka 50% lainnya gagal di rentang waktu yang sama.

Dapat disimpulkan juga, bahwa hampir 65% bisnis kecil baru yang tidak mampu bertahan sampai sepuluh tahun.

Lalu apa yang sebenarnya membuat bisnis baru gagal bertahan dan berkembang? Dikutip dari Bplans, ada 6 alasan utama, hingga sebuah bisnis baru tidak berhasil bertahan, bahkan mencapai 5 tahun pertama saja.


1.     Kegagalan leadership

Anda akan sulit jadi pemimpin perusahaan yang baik, jika memang tidak memiliki pengalaman dalam pengambilan keputusan manajemen, pengawasan staf, atau visi dalam memimpin organisasi.

Karenanya, sebelum memulai bisnis, anda perlu belajar dinamikan kepemimpinan dalam bisnis. Carilah mentor, daftarkan diri dalam berbagai pelatihan dan seminar. Pelajari apa yang baik, dan tinggalkan apa yang menurut anda kurang pas.

2.     Kurangnya nilai tambah pada brand

Anda bisa jadi sudah percaya diri dengan merasa memiliki produk dan layanan yang bagus, serta didukung permintaan pasar yang deras. Namun hal ini sebenanrya tidak menjamin bisnis anda akan berjalan lancar.

Bisa jadi, selama ini strategi pendekatan kepada konsumen terbilang standar, hingga tidak ada nilai tambah yang kuat dalam bisnis.

Sehingga meskipun permintaan banyak, namun anda tetap kesulitan menghadapi para kompetitor, karena gagal muncul lebih menonjol dibanding mereka.

Anda peru untuk menjalankan bisnis dengan benar – benar unik. Usahakan untuk mengembangkan layanan dan paket pendekatan yang tidak dipikirkan oleh kompetitor dalam bisnis anda.

Sehingga pada akhirnya, brand andalah yang mampu menyajikan proporsi nilai yang kuat, sehingga mampu membuat pelanggan lebih setia dan lebih menarik bagi calon pelanggan baru.


3.     Gagal memahami keinginan dari pelanggan

Bisa dipastikan, bisnis anda akan jalan di tempat, jika anda tidak mampu menjaga hubungan baik dengan pelanggan. Serta memahami apa yang mereka butuhkan, dan merespon keinginan mereka selama ini.

Jangan sampai promosi dan layanan yang anda sediakan, justru tidak berhubungan dengan kebutuhan dan keinginan para pelanggan.

Anda harus mampu menjadi pendengar yang baik dair pelanggan. Bisnis yang sukses, adalah  bisnis yang terus bisa memperhatikan nilai dan minat yang sedang tren di pelanggan.

Lakukan survey sederhana secara berkala kepada pelanggan, untuk bisa mengetahui apa yang mereka inginkan dan apa yang sedang menjadi tren di antara mereka.

4.     Model bisnis yang salah

Membangun bisnis, mau kecil atau besar, adalah perlu model bisnis yang tepat. Membuatnya tanpa ada acuan dan rencana yang pasti hanyalah akan berakhir dengan kegagalan. 

Ide bisnis yang kreatif dan inovatif memang penting, namun akan tetap gagal jika tidak didukung model dan strategi bisnis yang pas.

Sehingga, di sinilah, anda perlu untuk membangun model bisnis yang ideal untuk usaha anda. Caranya, terus lakukan riset, pengkajian dan pelajari bagaimana bisnis dan industri di bidang anda berjalan selama ini.

Dari sana, bikinlah perencanaan bisnis yang disesuaikan dengan kondisi usaha anda sendiri. Mulai lah membuat prediksi dan rancangan strategis untuk menghadapi setiap tantantang yang akan muncul di kemudian hari.

Perencanaan yang baik akan membantu bisnis anda terhindar dari lubang kegagalan.


5.     Manajemen keuangan yang tidak ideal

Hampir semua orang bermimpi bahwa bisnisnya akan jadi mesin ATM baru. Namun mereka terkadang tidak menyertai mimpinya dengan ketrampilan dalam hal administrasi. Seperti pengelolaan keuangan, penghitungan pajak dan berbagai hal terkait keuangan yang lainnya.

Akutansi yang tidak baik, juga akan berpotensi menempatkan bisnis dalam arus kegagalan.

Jika anda memang kurang kapabel dalam hal manajemen keuangan. Jalan pintas yang bisa anda lakukan, adalah dengan memanfataatkan berbagai perangkat lunak dan juga aplikasi yang mendukung manajemen keuangan.

Berbagai aplikasi seperti Cokro Host misalnya, sudah akan mendukung anda dalam laporan keuangan, mulai dari mencatatat pengeluaran dan pemasukan, hingga laporan neraca laba dan rugi.

6.     Pertumbuhan terlalu cepat dan ekspansi berlebihan

Tidak jarang sebuah bisnis rintisan seperti startup misalnya, akan tumbuh lebih cepat dari apa yang diprediksi sebelumnya. Misal anda tiba – tiba dibanjiri dengan pesanan dalam waktu singkat. Atau anda mampu mengakuisisi pelanggan dalam waktu yang sangat cepat dalam jumlah banyak.

Tentu saja ini akan membuat anda sangat percaya diri bahwa bisnis anda sedang berada di jalur yang paling tepat. Serta anda siap mengembangkannya dengan lebih baik.

Hingga akhirnya anda rela menambah modal besar – besaran, atau mencarikan investor agar membuat produk anda bisa mengguncang dunia dan booming.

Nah, langkah seperti itu harus anda hindari. Jangan sampai anda termakan euphoria tren yang mungkin hinggap. Hal tersebut demi menghindarkan anda dari kegagalan besar – besaran, karena terlalu cepat tumbuh dan ekspansi.

Sebelum mengambil langkah untuk mengembangkan usaha dan mengekspansikannya dengan sistem waralaba misalnya, anda perlu untuk menganalisa lebih dalam.

Anda bisa melakukan survey detail, soal lokasi baru ekpansi usaha anda. Mulai tren pasar, pendapatan per kepala, pesaing usaha, pangsa pasar dan banyak hal lain.

Sehingga dengan langkah yang cermat dan cerdas seperti ini, akan lebih bisa menghindarkan bisnis anda dari kegagalan, dan bisa bertahan dalam waktu yang lebih lama.