Sabtu, 20 Februari 2021

Begini Ciri - Ciri Bisnis Kos yang Sehat versi Cokro Indonesia

Bisnis rumah kos tidak pernah kehilangan pesonannya. Hampir setiap tahun bisnis ini selalu diminati. Hal tersebut tidak lepas dari pasar yang selalu penuh atas permintaan. Namun tidak semua bisnis kos bisa berjalan lancar dan sehat.

Nah, berikut adalah ciri – ciri bisnis indekos yang sehat, versi Cokro Indonesia:

1.      Okupansi kamar kos selalu di atas 80%

Namanya kos-kosan adalah jualan kamar. Artinya kamar lah yang harus selalu terisi anak kos, agar bisnis anda bisa dikatakan sehat.

Bisnis rumah kos bisa dikatakan sehat, ketika okupansi atau hunian ada di angka 80% dari total jumlah kamar. Dengan angka tersebut, bisa dikatakan anda berpotensi mendapatkan pemasukan yang cukup, bahkan bisa lebih, sehingga anda bisa menabung.

 

2.      Minim jumlah pendapatan yang tertunda

Pendapatan yang tertunda di sini adalah hutang anak kos, alias mereka yang bayarnya molor. Ketika bisnis anda pemasukannya banyak yang tertunda, maka bisa dipastikan bisnis anda termasuk kurang sehat. Karena pemasukan yang tertunda seperti ini akan menjadi beban bagi keuangan bisnis. Bisa jadi demi menutup pengeluaran, tidak segan anda akan mengambil dana tabungan dan bahkan juga berhutang.

Jadi ada baiknya, selalu hindari pemasukan yang tertunda atau anak kos yang bayarnya molor – molor.

 

3.      Buku keuangan yang rapi

Ciri selanjutnya dari bisnis kos-kosan yang sehat, terdapat pada bagaimana buku/ laporan keuangannya yang tertata rapi.

Dengan buku keuangan yang rapi dan detail, maka anda akan dengan mudah untuk bisa mengontrol dan mengukur bagaimana situasi keuangan bisnis kos, apakah untung apakah rugi. Termasuk anda juga bisa membuat rancangan dan rencana bisnis ke depan yang baik.

Namun dengan laporan keuangan yang buruk, anda akan sulit mengetahui situasi keuangan yang sebenarnya. Sehingga anda akan merasa bisnis anda tidak pernah memberikan keuntungan, meskipun kosan terus ramai.