Jumat, 26 Maret 2021

Kabar Gembira Bagi Juragan Kos, Juli 2021 Kampus di Malang Rencana Kembali Buka

Masih belum lama ini, Sekretaris Direktorat Jendral Pendidikan Tingi menyampaikan, bahwa perguruan tinggi atau kampus akan diberikan izin buka pada Juli 2021 yan akan datang.  Setelah proses vaksinasi Covid-19 selesai dilakukan bagi dosen dan mahasiswa. Tentu saja hal ini menjadi indikasi positif bagi dunia usaha kos-kosan dengan pasar mahasiswa.

Seperti dilansir dari Nusadaily.com, bahwa hal ini langsung mendapat sambutan positif dari orang nomor satu di Kota Malang, Walikota Sutiaji. Sebab kotanya memang selama ini dikenal sebagai Kota Pendidikan dengan 1001 kampusnya.

Kembali bergeraknya roda pendidikan di level perguruan tinggi, menurut Sutiaji secara langsung juga akan mampu membawa dampak perbaikan ekonomi kepada masyarakat.

“Kalau memang perkuliahan mulak dibuka. Harus tetap memperhatikan protokol kesehatan secara ketat,” terang Wali Kota Malang, Sutiaji.

Dipaparkan oleh Walikota kelahiran Lamongan ini, bahwa pola penerapan protokol kesehatan di kampus nantinya, tidak akan jauh berbeda dengan apa yang dilakukan di sekolahan.

Yaitu wajib menggunakan masker, menjaga jarak, serta juga menyediakan fasilitas sanitasi,seperti tempat cuci tangan. Serta penerapan 6M sesuai arahan dari pusat.

 “Saya dan dinkes (Dinas Kesehatan) akan tekankan itu. Sebelum dibuka, akan ada simulai dulu, seperti sekolah,” tandas dia.

Sebelumnya dikabarkan, bahwa Pemerintah Kota Malang saat ini sudah bersiap untuk membuka sekolah –sekolah secara tatap muka.

 “Ada rambu-rambu akan dilakukan bulan Juli. Namun, akan kami lihat lagi. Dalam waktu dekat, akan dilakukan simulasi lagi,” terang Sutiaji.

Kepastian ini menjadi angin segar bagi dunia bisnis rumah kos di Kota Malang, yang memang didominasi pasar mahasiswa. Mengingat ada puluhan kampus di Kota Malang,  yang setiap tahun, rata – rata menyerap belasan ribu mahasiswa dari luar Malang.

Pandemi Covid-19 yang menerjang muka bumi sejak tahun lalu pun, langsung memberikan dampak besar kepada bisnis kos di Malang. Keputusan pemerintah untuk memberlakukan perkualiahan secara online, langsung memukul bisnis kos-kosan. Hampir semua pengusaha kos di Malang mengalami penuruan omzet hingga 80%. Bahkan ada pula yang akhirnya memutuskan untuk menjual property kos nya karena tidak lagi mampu bertahan.