Selasa, 20 April 2021

Pengusaha Kos di Jakarta Harus Bersabar, Pemprov DKI Masih Pertimbangkan Kuliah Tatap Muka

Para pengusaha kos di Jakarta dengan sasaran mahasiswa tampaknya masih harus bersabar, setelah Pemerintah Provinsi DKI masih akan mengkaji rencana pembukaan perguruan tinggi untuk kuliah langsung. Sebelumnya DKI telah melaksanakan uji coba belajar tatap muka bagi tingkatan SD hingga SMA. 

jenjang SD hingga SMA.

Seperti dilansir dari CNN Indonesia, Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria menyampaikan, bahwa peluang kuliah tatap muka bagi mahasiswa di Jakarta, nantinya akan sama dengan skema sekolah. Namun hal tersebut masih baru dalam tahap pengkajian bersama.

"Kita sedang dalam kajian. Insyaallah nanti dari Kemendikbud yang punya kewenangan, dalam hal ini Dirjen Dikti," kata Riza.

Ditambahkan Riza, pelaksanaan perkuliahan tatap muka di Jakarta bisa dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Menurutnya dari sisi prokes,kampus-kampus di Jakarta dia yakini sudah mempersiapkan diri dengan baik, demi kuliah secara langsung.

Meski begitu, kata Riza, hal yang menjadi perhatian bagi para mahasiswa adalah saat perjalanan dari dan ke kampus. Ia khawatir mereka dapat terpapar saat perjalanan itu.

"Yang paling penting, sekali lagi bukan di kampus, bukan di rumah, tapi perjalanan dari rumah ke kampus, atau dari rumah ke sekolah, itu yang potensi terjadi interaksi, kerumunan dan penyebaran ada di situ," kata Riza.

"Kami yakin di kampus maupun di sekolah, itu semua para satgas di setiap kampus, di sekolah itu sangat memahami, mengerti para pendidik dan melaksanakan protokol kesehatan dengan baik," kata dia menambahkan.

Oleh sebab itu, Riza meminta para orang tua turut mengetahui jadwal anak-anak mereka. Ia juga meminta orang tua terus mengingatkan para anaknya untuk mematuhi protokol kesehatan.

"Jangan sampai nanti ketika pulang dari kampus, pulang dari sekolah mampir ke rumah teman, ke tempat-tempat lain, nongkrong dan sebagainya, menimbulkan interaksi, kerumunan dan akhirnya berpotensi terjadi penyebaran virus corona," kata Riza.