Minggu, 08 November 2020

Tanaman Hias, Sebagai Bisnis Pendamping Di Tengah Bisnis Kos Yang Melesu Akibat Pandemi

Pandemi covid-19 memang menjadi masa suram bagi bisnis rumah kos. Pembatasan pergerakan orang dan belum dimulainya pembelajaran secara langsung, membuat pangsa pasar kos-kosan menjadi terbatas.

Namun sebagai pebisnis yang kreatif, kita tidak boleh hanya berserah diri dengan situasi tersebut. Karena percayalah badai pasti akan berlalu. Nah, sembari menunggu pandemi berakhir, ada beberapa hal yang tetap bisa kita lakukan agar bisnis tetap berjalan. Khususnya dengan memanfaatkan fasilitas di bisnis rumah kos.

Salah satu yang bisa anda lakukan adalah mulai berpikir untuk mencoba bisnis sampingan. Salah satunya adalah tanaman hias. Ya, selama pandemi hobi memelihara tanaman hias terus menunjukkan tren positif.

Sehingga memang banyak tanaman hias yang kini harga nya melambung. Dengan banyaknya kamar kosong di kos-kosan anda, serta ruang yang bisa dimanfaatkan untuk menumbuh kembangkan tanaman hias, tentu ini jadi peluang besar.

Jika anda menaruh minat kepada bisnis tanaman hias dengan memanfaatkan ruang di kos-kosan, berikut Cokro punya tips buat anda, yang dirangkum dari berbagai sumber:

1.    Memiliki dasar pengetahuan soal tanaman hias dan pasarnya

 

Anda harus memiliki dasar pengalaman dan ilmu yang cukup terkait tamanan hias. Sebelum memutuskan menggelutinya sebagai peluang usaha, disamping rumah kos.

Tanpa dasar ilmu yang cukup, tentang tamanan hias, bukan tidak mungkin tanaman yang jadi objek bisnis justru layu atau mati sebelum laku terjual.

Lokasi anda akan berjualan atau membudidayakan juga harus diperhatikan. Misalkan di wilayah dingin, tanaman seperti tulip bisa laku keras.Sedangkan di urban perkotaan tanaman hias indoor lebih diburu.

 

2.    Apakah dijual atau disewakan?

 

Tanaman hias sebenarnya bukan sekedar dijual lho bagi penghobi saja lho. Namun ada segmen yang lebih luas bisa menjadi target market anda. Selain bisa dijual dalam bentuk aslinya, tanaman hias juga bisa menjadi bucket untuk event, dijual pertangkai seperti mawar, atau bahkan juga disewakan untuk berbagai acara off air dan on air.

Dalam masa pandemi ini persewaan tanaman hias juga mulai bergeliat. Di mana untuk tanaman kecil dari jenis mahal, seperti monstera, bisa mencapai Rp 150 ribu per hari nya.

 

3.    Lokasi strategis

 

Punya lokasi yang bagus, juga  akan bisa menentukan kesuksesan ketika anda memilih memiliki bisnis tanaman hias, di rumah kos, khususnya sebagai penjualnya.

Lokasi paling potensial, adalah lokasi yang mudah dilihat dan dijangkau oleh para penghobi tanaman hias.Namun jika hal ini belum bisa dipenuhi, kita tetap bisa memakismalkan lokasi yang sudah tersedia saat ini.

Disamping, jangan lupa, memanfaatkan platform daring, seperti e-commerce, market place dan media sosial untuk memasarkan tanaman anda.

 

4.    Memperhatikan jenis tanaman hias

 

Pemilihan tanaman yang tepat untuk dijual dan dibudidayakan akan bisa menjamin bisnis sampingan anda di luar rumah kos ini akan berlangsung lama dan menjanjikan.

Anda harus benar -  benar cermat memantau tren saat ini, dan apa ke depan yang bisa menjadi tren selanjutnya.

Seperti sekarang ini, tanaman hias dedaunan, seperti monster,aglonema, dan keladi tengah menjadi primadona dengan harga yang melambung.

Bagaimana,apakah tips dari Cokro menarik? Jika anda ingin mengetahui terus tips – tips soal bisnis rumah kos seperti ini, simak di fitur Story Cokro, yang tedapat di aplikasi Cokro Host.

Belum  punya aplikasi Cokro Host? Download sekarang juga di Play Store GRATIS!